Jadikan Geopark Merangin Jambi Laboratorium Alam Terbuka, Mahasiswa Geografi UNIHAZ Bengkulu Gelar KKL Eksplorasi Warisan Bumi
MERANGIN – Kawasan bentang alam Merangin Jambi UNESCO Global Geopark kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pusat edukasi dan laboratorium geologi terbuka yang luar biasa. Selama empat hari, terhitung sejak 20 hingga 23 Juni 2026, kawasan ini menjadi saksi antusiasme para mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (UNIHAZ) Bengkulu yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Kunjungan akademik ini dirancang khusus untuk mengajak para calon pendidik geografi membedah secara langsung keajaiban geologi, keanekaragaman hayati (biodiversity), serta kekayaan budaya (cultural diversity) yang menjadi pilar utama pelestarian di Merangin. Melalui KKL ini, mahasiswa diajak untuk keluar dari batasan ruang kelas dan menjembatani teori akademik dengan realitas bentang alam yang sesungguhnya.
Eksplorasi Empat Titik Eksotis Berbasis Edukasi
Selama masa observasi, rombongan KKL UNIHAZ Bengkulu dipandu untuk menelusuri rute eksplorasi yang sarat akan nilai keilmuan. Perjalanan ini dibagi ke dalam beberapa titik geosite dan situs budaya unggulan, di antaranya:
1. Hutan Adat Rantau Kermas Di lokasi pertama ini, para mahasiswa mengkaji langsung bagaimana kearifan lokal masyarakat adat memegang peranan sangat krusial dalam upaya konservasi ekosistem hutan. Mahasiswa belajar bahwa penjagaan alam yang berkelanjutan tidak lepas dari hukum adat dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.
2. Danau Pauh & Farenza Garden Beranjak ke lokasi selanjutnya, peserta KKL menganalisis pesona bentang alam sisa aktivitas vulkanik. Di kawasan ini, edukasi dititikberatkan pada bagaimana tata guna lahan dan keindahan alam dapat dipadukan secara harmonis dengan potensi pariwisata berkelanjutan dan agrowisata yang menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
3. Air Terjun Sigerincing & Serintik Hujan Paneh Secara keilmuan, kawasan jatuhan air eksotis yang membelah struktur batuan purba Merangin ini menjadi lokasi ideal bagi mahasiswa untuk mempelajari proses geomorfologi dan hidrologi secara langsung. Fenomena alam di geosite ini menyajikan buku teks geografi visual yang nyata mengenai pembentukan lanskap sungai dan batuan.
4. Fosil Daun Muara Karing Sebagai puncak perjalanan (highlight) eksplorasi, rombongan diajak mengamati langsung jejak Jambi Flora di Muara Karing. Situs warisan geologi dunia yang menyimpan fosil berusia ratusan juta tahun ini memberikan pengalaman empiris yang tak terlupakan bagi mahasiswa dalam memahami sejarah panjang evolusi bumi yang menjadi kebanggaan Jambi di mata dunia.

Bukan Sekadar Destinasi Wisata Biasa
Kegiatan KKL yang diselenggarakan oleh UNIHAZ Bengkulu ini semakin mempertegas posisi Geopark Merangin Jambi bukan sekadar destinasi pariwisata rekreasi semata, melainkan episentrum pendidikan ilmu kebumian yang vital.
Kehadiran para akademisi ini disambut hangat oleh pihak pengelola dan masyarakat setempat. Diharapkan, ilmu dan pengalaman langsung yang didapatkan selama berada di Merangin mampu melahirkan guru-guru geografi yang inovatif, berwawasan lingkungan, serta turut menjadi agen penyebar luasan pentingnya menjaga warisan geologi bumi di masa depan.
Facebook Comments
0 Komentar